BANTENEKPRES.COM– Realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tahun anggaran 2026 telah melampaui 80 persen. Sementara itu, realisasi pendapatan daerah diklaim sudah mencapai 93 persen hingga awal November 2026.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie memastikan kondisi kas daerah masih aman dan tersedia untuk membiayai berbagai program serta kegiatan pemerintahan hingga akhir tahun anggaran.
Baca Juga:
Retribusi Sampah Tangsel Minim, Benyamin Ungkap Penyebabnya
Dampingi Gubernur Banten, Benyamin Targetkan Program CKG Capai 100 Persen
Gelar Uji Emisi 3 Hari, DLH Tangsel Targetkan 400 Mobil Perhari
“Alhamdulillah, artinya kas tersedia di situ, jadi enggak usah khawatir,” ujar Benyamin saat memberikan keterangan terkait perkembangan realisasi APBD 2026, Sabtu (7/11/2026).
Meski penyerapan belanja telah melampaui 80 persen, Pemerintah Kota Tangsel masih terus mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
Baca Juga:
Lewat Diskominfo, Pemkot Tangsel Resmi Luncurkan GPS Digital Academy Innovation Center
Mau Dapat Bantuan Bedah Rumah Tangsel? Ini Syarat dan Kriteria Penerima RUTLH
Disperkimta Tangsel Genjot Pembangunan Jalan dan Saluran Lingkungan di 7 Kecamatan
Percepatan tersebut dilakukan agar seluruh pekerjaan yang telah direncanakan dapat segera diselesaikan. Dengan demikian, proses pengajuan tagihan oleh OPD juga bisa berjalan sesuai jadwal.
Benyamin memperkirakan aktivitas penagihan anggaran akan meningkat menjelang penghujung tahun, terutama pada akhir November hingga awal Desember 2026.
Baca Juga:
Pilar Dorong Warga Tangsel Manfaatkan Biopori untuk Kelola Sampah Organik
Cegah Stunting Makin Parah, Tangsel Intervensi 60 Anak di Serpong Selama 56 Hari
Benyamin Davnie Dorong PCNU Tangsel Perkuat Kolaborasi, Jadi Mitra Strategis
“Kita lagi akselerasi seluruh kegiatan-kegiatan yang tagihannya mungkin akan mulai digencarkan sekarang, akhir November sampai awal Desember,” katanya.
Terkait OPD dengan penyerapan anggaran terbesar, Benyamin menyebut realisasi belanja tersebar di berbagai perangkat daerah. Setiap dinas memiliki porsi kegiatan dan kebutuhan anggaran masing-masing.
Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.
Namun, ada sebagian anggaran yang belum dicairkan, yakni dana pemeliharaan sebesar 5 persen untuk pekerjaan konstruksi fisik. Dana tersebut masih ditahan sesuai ketentuan pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
“Tetap semua, semua dinas besar kok. Tapi untuk pemeliharaan 5 persen bagi konstruksi fisik itu masih kita simpan dulu. Memang ketentuannya seperti begitu,” jelasnya.
Penyerapan Anggaran Jangan Sekadar Kejar Target
Tingginya realisasi pendapatan dan belanja APBD menjadi indikator penting dalam melihat kinerja pengelolaan keuangan daerah. Namun, besarnya angka penyerapan anggaran tidak serta-merta menjamin seluruh program telah memberikan dampak optimal bagi masyarakat.
Pemkot Tangsel perlu memastikan percepatan belanja menjelang akhir tahun tidak mengorbankan kualitas pekerjaan, khususnya proyek infrastruktur dan konstruksi fisik.
Pengawasan terhadap spesifikasi pekerjaan, kualitas material, ketepatan waktu penyelesaian, serta kesesuaian pembayaran dengan progres pekerjaan menjadi hal penting yang harus diperhatikan.
Dengan realisasi pendapatan mencapai 93 persen dan belanja melampaui 80 persen, tantangan Pemkot Tangsel kini bukan hanya menghabiskan anggaran sebelum tutup tahun, melainkan memastikan setiap rupiah APBD 2026 benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat.
Transparansi penggunaan anggaran dan akuntabilitas pelaksanaan program juga menjadi ukuran penting untuk membuktikan bahwa klaim kondisi kas daerah yang aman sejalan dengan kualitas pelayanan publik dan pembangunan di Kota Tangerang Selatan.
Penulis : Agus irawan
Editor : Agus Irawan
















