BANTENEKSPRES.COM– Posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia mulai menunjukkan tren penurunan menjelang akhir tahun.
Kondisi ini menjadi perhatian ekonom konstitusi Defiyan Cori yang mempertanyakan faktor di balik berkurangnya cadangan devisa nasional di tengah dinamika perekonomian global.
Dalam pandangannya, posisi cadangan devisa Indonesia pada Oktober 2026 tercatat sebesar US$246,8 miliar. Angka tersebut disebut mengalami kenaikan US$500 juta dibandingkan September 2026.
Namun, Defiyan menyoroti bahwa posisi tersebut justru lebih rendah US$3,2 miliar dibandingkan periode Oktober 2025. Secara tahunan, cadangan devisa Indonesia juga disebut mengalami penurunan sekitar 2,3 persen.
Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian, terutama karena penurunan cadangan devisa terjadi menjelang akhir tahun.
” Tidak seperti biasanya, cadev menjelang akhir tahun ini mengalami penurunan, ada apa?” demikian pertanyaan yang disampaikan Defiyan Cori dalam ulasannya.
Menurut Defiyan, perkembangan cadangan devisa perlu dicermati karena indikator tersebut berkaitan dengan kemampuan negara menjaga stabilitas eksternal, memenuhi kewajiban pembayaran internasional, serta menopang ketahanan perekonomian nasional.
Penurunan cadangan devisa juga menjadi salah satu perkembangan ekonomi yang perlu diperhatikan di tengah perubahan kondisi pasar keuangan global dan dinamika nilai tukar rupiah.
Meski demikian, untuk mengetahui penyebab penurunan tersebut, diperlukan penelusuran lebih lanjut terhadap komponen pembentuk cadangan devisa, termasuk transaksi eksternal, pembayaran utang luar negeri, serta kebijakan stabilisasi nilai tukar yang dilakukan Bank Indonesia.
Penulis : Agus
Editor : Agus Irawan