BANTENEKSPRES.COM- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) memilih mengerem rencana pembelian lahan untuk penataan kawasan di depan Pusat Pemerintahan (Puspem) Tangsel.
Anggaran yang semula disiapkan dialihkan untuk mendukung pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang.
Langkah ini diambil karena penyelesaian persoalan sampah dinilai menjadi kebutuhan paling mendesak yang harus segera dituntaskan.
Baca Juga:
Tekan Risiko Banjir dan Longsor, Pemkot Tangsel Bangun Turap 165 Meter di Grand Serpong
Dampingi Gubernur Banten, Benyamin Targetkan Program CKG Capai 100 Persen
Gelar Uji Emisi 3 Hari, DLH Tangsel Targetkan 400 Mobil Perhari
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menegaskan pembangunan PSEL menjadi prioritas utama sebelum pemerintah melanjutkan pembebasan lahan untuk penataan kawasan Puspem.
“Kalau pembangunan PSEL sudah selesai, saya akan sampaikan ke Pak Wali juga untuk mulai belanja lahan sisanya untuk kawasan penataan yang di depan Pemkot. Karena skala prioritas kami melihat bahwa permasalahan sampah ini harus selesai dulu, pembangunan PSEL,” kata Pilar, Rabu (5/8/2026).
Baca Juga:
Lewat Diskominfo, Pemkot Tangsel Resmi Luncurkan GPS Digital Academy Innovation Center
Mau Dapat Bantuan Bedah Rumah Tangsel? Ini Syarat dan Kriteria Penerima RUTLH
Disperkimta Tangsel Genjot Pembangunan Jalan dan Saluran Lingkungan di 7 Kecamatan
Menurut Pilar, keputusan tersebut juga merupakan konsekuensi dari kebijakan pemerintah pusat yang mengharuskan pemerintah daerah menyediakan lahan sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan fasilitas PSEL.
Ia menjelaskan, Pemkot Tangsel tahun ini harus menyiapkan aset lahan seluas 5 hektare sebagai modal pembangunan proyek strategis tersebut.
“Apalagi sekarang dengan Perpres yang baru, kita harus menyediakan lahan untuk PSEL. Pemkot harus memberikan modal berupa aset lahan seluas 5 hektare untuk PSEL. Nah, itu yang tahun ini kami penuhi dan angkanya cukup besar juga,” ujarnya.
Baca Juga:
Pilar Dorong Warga Tangsel Manfaatkan Biopori untuk Kelola Sampah Organik
Cegah Stunting Makin Parah, Tangsel Intervensi 60 Anak di Serpong Selama 56 Hari
Benyamin Davnie Dorong PCNU Tangsel Perkuat Kolaborasi, Jadi Mitra Strategis
Meski pembelian lahan untuk penataan kawasan Puspem ditunda, Pilar memastikan rencana pembangunan ruang publik dan alun-alun di berbagai wilayah Tangsel tidak dibatalkan.
Seluruh program tersebut hanya menunggu waktu yang tepat sesuai kemampuan keuangan daerah.
Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.
“Ini bicara skala prioritas saja. Mohon doanya, mudah-mudahan yang diprioritaskan Pak Wali dan saya sekarang ini bisa berjalan. Untuk seluruh alun-alun, baik tingkat kecamatan maupun tingkat kota, semuanya kami harapkan bisa terpenuhi. Termasuk pembebasan lahan di kawasan ini, nanti saya coba cek lagi apakah tahun ini jadi atau tidak,” ungkapnya.
Saat ini, Pemkot Tangsel terus mematangkan proyek PSEL di TPA Cipeucang sebagai solusi jangka panjang mengatasi persoalan sampah yang terus meningkat setiap tahun.
Fasilitas tersebut dirancang mampu mengolah sekitar 1.100 ton sampah per hari, mengubah limbah menjadi energi listrik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sistem pembuangan akhir di TPA Cipeucang.
Dengan menjadikan PSEL sebagai prioritas, Pemkot Tangsel berharap persoalan sampah dapat ditangani secara lebih efektif.
Setelah proyek strategis itu berjalan, pemerintah berkomitmen melanjutkan penataan kawasan Puspem dan menghadirkan lebih banyak ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.
Editor : Agus Irawan
















