Terapi SIRT Y-90 di Mandaya Tunjukkan Hasil Positif, Tumor Kanker Hati Menyusut
BANTENEKSPRES.COM — Harapan baru bagi pasien kanker hati datang dari terapi Selective Internal Radiation Therapy (SIRT) Y-90, teknologi pengobatan berbasis radiasi internal yang kini tersedia di Indonesia.
Layanan tersebut telah diterapkan di RS Mandaya Royal Puri sejak Mei 2026.
Baca Juga:
Inflasi Banten Terkendali, Andra Soni Pastikan Stok Beras Aman di Musim Kemarau
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Ganggu Sekolah di Tangsel, KBM Dialihkan ke PJJ
Tekan Risiko Banjir dan Longsor, Pemkot Tangsel Bangun Turap 165 Meter di Grand Serpong
Hingga saat ini, sedikitnya lima pasien kanker hati telah menjalani terapi SIRT Y-90.
Dari pasien yang telah menjalani evaluasi pascatindakan, rumah sakit melaporkan perkembangan positif. Dua pasien di antaranya telah memperoleh hasil evaluasi lanjutan.
Baca Juga:
Dampingi Gubernur Banten, Benyamin Targetkan Program CKG Capai 100 Persen
Gelar Uji Emisi 3 Hari, DLH Tangsel Targetkan 400 Mobil Perhari
Lewat Diskominfo, Pemkot Tangsel Resmi Luncurkan GPS Digital Academy Innovation Center
Pada salah satu pasien, pemeriksaan menunjukkan berkurangnya area tumor yang mengalami enhancement. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator berkurangnya aktivitas jaringan tumor.
Ukuran massa tumor pasien itu juga dilaporkan menyusut cukup signifikan. Dari sebelumnya berukuran 8,8 x 10,4 sentimeter, menjadi 6,8 x 6,7 sentimeter setelah menjalani terapi.
Baca Juga:
Benyamin Soroti Kebiasaan Remaja Curhat di Dunia Maya: Orang Tua Ada di Rumah, Jangan Diabaikan
Mau Dapat Bantuan Bedah Rumah Tangsel? Ini Syarat dan Kriteria Penerima RUTLH
Disperkimta Tangsel Genjot Pembangunan Jalan dan Saluran Lingkungan di 7 Kecamatan
Perubahan tersebut juga disertai membaiknya kondisi klinis. Keluhan yang sebelumnya dirasakan pasien dilaporkan semakin berkurang.
Sementara pada pasien lainnya, hasil pencitraan menunjukkan lesi di hati sudah tidak memperlihatkan tanda-tanda tumor aktif atau disebut non-viable tumor. Artinya, pada area yang diperiksa tidak terlihat tanda aktivitas tumor yang dapat dinilai melalui pencitraan tersebut.
Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.
Radiasi Langsung ke Tumor
Public Relations Manager Mandaya Hospital Group, Erwin Suyanto, mengatakan perkembangan pasien menjadi gambaran awal mengenai manfaat terapi SIRT Y-90 yang diterapkan di rumah sakit tersebut.
“Melihat perkembangan pasien yang sudah menjalani SIRT Y-90 di RS Mandaya Royal Puri, kami semakin yakin bahwa terapi ini mampu memberikan harapan baru bagi pasien kanker hati di Indonesia,” ujar Erwin.
SIRT Y-90 menggunakan radioisotop Yttrium-90 yang diberikan melalui pembuluh darah menuju pembuluh darah yang memasok tumor di hati.
Prosedur dilakukan secara minimal invasif dengan memasukkan kateter melalui pembuluh darah, kemudian diarahkan menuju area sasaran. Partikel Y-90 selanjutnya memberikan radiasi secara lokal di sekitar jaringan tumor.
Dengan mekanisme tersebut, terapi ditujukan untuk memberikan paparan radiasi secara lebih terarah pada jaringan tumor.
Berpotensi Membuka Jalan ke Terapi Lanjutan
SIRT Y-90 dapat digunakan dalam penanganan kanker hati primer maupun kanker yang telah bermetastasis ke hati, sesuai dengan indikasi dan penilaian tim medis.
Salah satu potensi penggunaannya adalah membantu mengecilkan tumor yang sebelumnya sulit ditangani melalui operasi. Dalam kondisi tertentu, perubahan ukuran dan kondisi tumor setelah terapi dapat membuka kemungkinan untuk dilakukan tindakan lanjutan.
Erwin mengatakan sebagian pasien yang mendapatkan SIRT Y-90 merupakan pasien kanker hati stadium lanjut yang sebelumnya belum memungkinkan menjalani operasi.
“Setelah tumornya mengecil dan jaringan hati yang sehat membesar, hal tersebut memberikan peluang untuk memotong dan mengangkat keseluruhan tumor di hati sehingga disisakan hati yang sehat,” jelasnya.
Meski demikian, peluang menjalani operasi maupun transplantasi tetap bergantung pada kondisi pasien dan hasil evaluasi tim medis.
Minimal Invasif
Salah satu karakteristik SIRT Y-90 adalah prosedurnya yang minimal invasif. Jumlah tindakan juga relatif sedikit, umumnya sekitar satu hingga dua kali, tergantung kondisi dan kebutuhan pasien.
Karena terapi diberikan melalui pembuluh darah langsung menuju area tumor, radiasi ditujukan untuk lebih terfokus pada jaringan sasaran.
Masa pemulihan juga pada umumnya lebih singkat dibandingkan operasi besar, meski lama pemulihan dapat berbeda pada setiap pasien.
Mandaya juga menyebut adanya potensi efek imunomodulasi dari terapi Y-90. Namun, manfaat tersebut tetap perlu dipahami berdasarkan bukti klinis, indikasi, serta evaluasi medis masing-masing pasien.
Didukung Teknologi dan Tim Multidisiplin
Penanganan kanker hati di RS Mandaya Royal Puri tidak hanya mengandalkan SIRT Y-90. Rumah sakit tersebut juga menyediakan sejumlah pilihan diagnosis dan terapi kanker hati.
Salah satunya adalah teknologi robotik Da Vinci Xi untuk membantu tindakan operasi tertentu, termasuk reseksi hati. Mandaya juga menyatakan memiliki lisensi transplantasi hati.
Tindakan SIRT Y-90 dilakukan oleh dr. Sugianto Santoso, Sp.Rad (KRI), dokter spesialis radiologi intervensi, bersama tim dokter spesialis kedokteran nuklir yang menyiapkan partikel Yttrium-90.
Pendekatan multidisiplin menjadi bagian penting dalam menentukan terapi kanker hati. Dokter perlu mempertimbangkan ukuran dan lokasi tumor, fungsi hati, penyebaran penyakit, kondisi umum pasien, serta kemungkinan terapi lanjutan.
Hingga kini, lima pasien telah menjalani SIRT Y-90 di RS Mandaya Royal Puri dan perkembangan mereka masih terus dipantau melalui pemeriksaan lanjutan.
Kehadiran teknologi tersebut menambah pilihan terapi lokal bagi pasien kanker hati di Indonesia, terutama bagi pasien yang memiliki kondisi penyakit kompleks dan perlu mendapatkan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing.















