BANTENEKSPRES.COM– Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas nasional.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan koordinasi, fasilitasi, hingga pengawasan agar program berjalan tepat sasaran.
Komitmen itu disampaikan Andra Soni saat menerima kunjungan Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Jakarta Wilayah Jakarta-Banten, Ida Wahyuni, beserta jajaran di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Selasa (4/8/2026).
Baca Juga:
Pilar Dorong Warga Tangsel Manfaatkan Biopori untuk Kelola Sampah Organik
Kurang dari 24 Jam, Polsek Serpong Amankan Dua Terduga Pelaku Curat Disertai Penyekapan*
“Di daerah sangat mendukung Program MBG. Sebagai kepala daerah kami ikut yang terbaik untuk program ini. Kami bukan berpikir kami mendapat apa, tetapi apa yang bisa kami bantu,” ujar Andra Soni.
Menurut Andra, sejak awal Pemprov Banten telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menyukseskan program tersebut. Salah satunya dengan membentuk Pusat Informasi dan Koordinasi Program Makan Bergizi Gratis Provinsi Banten sebagai wadah sinergi antara pemerintah daerah dengan Badan Gizi Nasional (BGN).
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak akan terlibat dalam aspek operasional pelaksanaan MBG, melainkan fokus menjalankan fungsi koordinasi, fasilitasi, dan pengawasan sesuai kewenangan.
“Kami pastikan tidak akan ikut dalam konteks operasional. Tetapi kami akan menjalankan tugas dan fungsi kami untuk memastikan keterlancaran program. Sebaik apa pun kebijakan, pengawasan tetap diperlukan agar implementasinya berjalan dengan baik,” katanya.
Baca Juga:
Cegah Stunting Makin Parah, Tangsel Intervensi 60 Anak di Serpong Selama 56 Hari
Benyamin Davnie Dorong PCNU Tangsel Perkuat Kolaborasi, Jadi Mitra Strategis
Andra juga mengingatkan bahwa esensi MBG bukan sekadar memberikan makanan gratis, melainkan memastikan anak-anak memperoleh asupan gizi yang seimbang untuk mendukung tumbuh kembang dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Ini bukan program makan enak atau banyak gratis, tetapi Program Makan Bergizi. Yang ingin kita capai adalah pemenuhan gizi yang seimbang bagi anak-anak sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, hingga kini jutaan masyarakat Banten telah merasakan manfaat program tersebut. Karena itu, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah harus terus diperkuat agar pelaksanaan MBG semakin efektif dan dipahami masyarakat secara menyeluruh.
Sementara itu, Kepala KPPG Jakarta Wilayah Jakarta-Banten, Ida Wahyuni, mengapresiasi dukungan yang diberikan Pemprov Banten terhadap implementasi Program MBG.
Baca Juga:
Pilar: Sampah Jadi Prioritas, Lahan Puspem Ditunda Demi Proyek PSEL
DPRD Kota Tangerang Putuskan Pemilihan Ketua RW 01 Uwung Jaya Diulang, SK Dibatalkan
“Dukungan Pemerintah Provinsi Banten terhadap pelaksanaan program ini sangat luar biasa. Sejak kami bertugas, kami sudah berkoordinasi dengan Pemprov Banten,” ujarnya.
Ida memaparkan, saat ini terdapat 1.403 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Banten yang telah melayani 3.397.020 penerima manfaat.
Selain itu, proses penerbitan Sertifikat Layak Higienis (SLHS) bagi SPPG terus dilakukan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Banten.
Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.
Di sisi lain, Badan Gizi Nasional juga terus memperbarui data penerima manfaat sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan transparansi program.
“Kita juga terus melakukan evaluasi pendataan penerima manfaat program MBG,” pungkas Ida.
Editor : Agus Irawan













